Wali Kota Balikpapan: Jaga Kesehatan dan Keamanan Calon Jemaah Haji

Balikpapan, IDN Times - Walikota Balikpapan melepas secara simbolis 564 calon jemaah haji di Balikpapan Islamic Center (BIC) pada Selasa (16/7) pagi.
Pada acara pelepasan jemaah calon haji, Rizal Effendi berpesan, agar para jemaah menjaga kesehatan dan keamanan diri masing-masing selama menunaikan ibadah haji.
"Jaga kesehatan, jaga keamanan, selalu mengikuti ketua rombongan, jangan sampai terlepas apalagi sampai hilang, " jelasnya, usai melepas jemaah calon haji Balikpapan.
1. Jaga kesehatan dan keamanan saat selama beribadah haji

Para calon Haji asal Balikpapan ini nantinya akan terbagi menjadi lima kloter dari total 15 kloter dari empat Provinsi, Kaltim, Kalsel, Kaltara, Sulut dan Gorontalo yang berangkat melalui Embarkasi Balikpapan.
Dalam sambutannya Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyampaikan, banyak yang menjadi tantangan jemaah haji , yakni keamanan diri, keamanan barang, kesehatan, serta kemacetan lalu lintas. Jadi salah satu kuncinya adalah disiplin, sehingga dapat lancar melaksanakan ibadah haji.
Pelepasan calon jemaah haji Balikpapan ditandai dengan pemasangan rompi kepada calon haji oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan Hakimin.
2. Musim haji tahun ini, kloter Balikpapan bertambah

Bertambahnya kloter Balikpapan pada musim haji tahun ini disebabkan jumlah kuota haji secara nasional bertambah. Jika dulunya Balikpapan hanya memiliki 3 kloter kini menjadi 5 kloter.
Wali kota membenarkan jika tambahan kloter ini disebabkan penambahan kuota haji secara nasional bukan hanya Balikpapan saja.
"Ada tambahan sekitar 50 orang, jadi pasti lebih padat lagi di tanah suci nantinya," ungkapnya.
3. Petugas pendamping dari Pemkot sebanyak 2 orang

Untuk mendampingi jemaah Balikpapan, Pemkot Balikpapan memberangkatkan pendamping jemaah sebanyak 2 orang, sementara dari Kemenag Balikpapan masing-masing kloter sebanyak 5 orang.
"Pendamping ini tugasnya mengarahkan dan mengatur jemaah saat di Mekah," jelas Rizal.
Dari setiap petugas yang mendampingi, ada dokter dan perawat yang terus memantau kesehatan para jamaah di tanah suci.
"Kesehatan harus terus diperiksa, jika ada yang ngeluh sakit, langsung diobati oleh petugas," pungkasnya.

















