Samarinda, IDN Times -Tiga tahun lalu tepatnya, Ahad pagi 13 November 2016, Gereja Oikumene di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir jadi sasaran aksi teror bom molotov.
Pelakunya ialah Juhanda, mantan narapidana bom buku 2011 di Tangerang Selatan. Akibat kejadian itu, empat balita yang bermain di halaman gereja luka-luka.
Mereka adalah Intan Marbun (2,5), Triniti Hutahayan (4), Alfaro Sinaga (5) dan Anita (4). Dari keempat korban teror bom itu, Intan Marbun tak bisa diselamatkan karena luka-luka yang dialaminya.
