Sepekan Yusuf Menghilang Misterius, PAUD Mengadakan Salat Berjamaah

Samarinda, IDN Times-Tepat sepekan Ahmad Yusuf Ghazali menghilang misterius sejak Jumat (22/11) dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Jalan AW Sjahranie. Polisi masih melakukan pencarian dan penyelidikan sebab hingga saat ini bocah empat tahun itu belum juga ditemukan. Maklum saja keterbatasan saksi menjadi hambatan bagi polisi.
1. PAUD salat berjamaah untuk Yusuf

Tak ingin berdiam diri, guru PAUD tempat Yusuf dititipkan juga melaksanakan salat berjamaah. Mulai dari salat magrib hingga salat isya. Tak hanya itu, tenaga pendidik PAUD juga melantunkan ayat suci Alquran dan surah yasin sebelum menunaikan salat. Memohon bantuan kepada Tuhan memang menjadi pilihan paling manjur tatkala semua usaha sudah dilakukan dan besar harapan doa itu dikabulkan Tuhan.
"Harapan kami kepada Allah tentu anak kami Yusuf kembali dalam keadaan sehat, amin," ucap Mardiana, kepala sekolah PAUD Jannatul Athfaal pada Kamis (28/11).
Dia mengatakan, salat berjamaah ini akan terus dilakukan termasuk pengajian bersama para tenaga pendidik, dan warga sekitar. Dalam waktu dekat pihak Yayasan Janattul Athfaal akan mengundang pihak keluarga Yusuf agar bisa bersama-sama melaksanakan salat berjamaah.
"Semoga Allah memberi petunjuk," ucapnya.
2. Banyak komunitas yang ikut membantu mencari keberadaan Yusuf

Dia menambahkan, banyak komunitas yang memberikan respons positif untuk membantu mencari Yusuf. Sekali lagi, pihaknya berharap agar Yusuf bisa ditemukan dan kembali, dan orangtua di luar sana yang memberikan pandangan negatif bisa terbuka pikirannya sebab pihaknya tak pernah menginginkan Yusuf hilang.
"Kami rindu dengan dia (Yusuf). Kami ingin dia kembali," katanya lirih.
Hingga saat ini, kasus hilangnya Yusuf masih diselidiki polisi sayangnya Korps Tribrata ini belum menemukan benang merah dalam penyelidikan. Sebab saksi kunci yang benar-benar melihat Yusuf keluar dari PAUD tak ada.
Dua pengasuh yang bertugas saat itu melakukan kegiatan berbeda. Satu pengasuh sedang pergi ke toilet sedangkan lainnya membuat susu untuk anak-anak. Minimnya saksi inilah yang mendorong polisi menggunakan pilihan paling akhir, yakni petunjuk "orang pintar" alias dukun.
"Yang jelas kepolisian menggunakan segala petunjuk lain. Ibaratnya di luar logika tetap diupayakan. Tapi, metode tersebut tak menghasilkan bukti, melainkan petunjuk," ucap Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda M. Ridwan.
3. Polisi terus mencari fakta baru kasus hilangnya Yusuf secara misterius

Kata Ridwan, pihaknya tak berhenti dengan lima saksi. Pihaknya terus bergerak mencari fakta dan saksi baru, sebab boleh jadi dalam penyelidikan sebelumnya ada yang tertinggal. Tak cuma itu, polisi juga kembali mendatangi rumah orangtua Yusuf untuk meminta keterangan lebih mendalam mengenai keluarganya.
"Siapa tahu ada masalah-masalah yang bisa menjadi penyebab anak menghilang," pungkasnya.