Jenazah balita tanpa kepala saat diidentifikasi di ruang jenazah RSUD AW Sjahranie Samarinda (IDN Times/Yuda Almerio)
Kasus ini memang bikin petugas pusing tujuh keliling. Maklum keterbatasan saksi dan bukti bikin polisi harus ekstra dalam penyelidikan agar teka-teki Yusuf menghilang misterius dari PAUD bisa diketahui.
Polisi bukan tak bergerak, Korps Tribrata ini sudah meminta keterangan belasan saksi, prarekonstruksi juga sudah dilakukan pada 9 Desember 2019 lalu.
Terbaru, Bambang, orangtua bocah malang tersebut menelusuri parit yang diduga jadi tempat putra bungsunya itu terbawa arus. Ketika itu, ditemukan celah 30 sentimeter di bagian teralis parit. Walau demikian, pihak keluarga belum bisa mempercayai dugaan terseret arus banjir tersebut dan lebih memilih menduga anaknya jadi korban tindak kriminal.
"Harus ada saksi dan bukti kuat jika menduga anak tersebut jadi korban tindak kriminal. Sejauh ini, belum ada dugaan kuat ke sana (tindak kriminal). Dugaan kami masih sama (terseret banjir)," ujar Ridwan.