Kondisi medan yang sulit untuk diakses menjadi kendala utama dalam proses pembangunan jaringan listrik di wilayah perbatasan.
Ia mencontohkan seperti di Desa Long Hubung, Mahakam Ulu, sedikitnya ada 6 ribu jiwa yang menghuni wilayah tersebut. Perjalanan ke desa ini mesti menempuh jalan darat dengan medan yang sulit, serta dilanjutkan menyusuri sungai melewati aliran Sungai Mahakam.
Pada Desa Long Hubung sedang dibangun jaringan tegangan menengah (JTM) 20 kV dengan panjang jaringan hingga 9 kms (kilometer-sirkit) dan jaringan tegangan rendah (JTR) sejauh 4 kms. Nantinya saat jaringan ini rampung dibangun, listrik di Desa Long Hubung akan disuplai dari PLTD Datah Bilang.
Sementara itu di Kalimantan Utara, pembangunan jaringan listrik tengah dilakukan di Desa Long Midang, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan. Long Midang sendiri dapat ditempuh 7 km dari Krayan Induk dengan waktu tempuh 50 menit. Karena berbatasan langsung dengan Malaysia, di desa ini terdapat Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
Maka untuk melistriki PLBN dan calon pelanggan Long Midang, PLN tengah menggarap JTM sepanjang 5.25 kms, JTR 2.69 kms dengan gardu berkapasitas 2x50 kVa. Saat ini di Krayan Induk sendiri sudah terdapat PLTD yang beroperasi 24 jam dengan Daya Mampu 680 Kw dan Beban Puncak 200 Kw.
“Kelak jika proyek listrik desa ini selesai, PLBN akan disuplai oleh PLTD Krayan Induk. Disana masih terdapat surplus daya yang dapat disalurkan dan masih ada juga potensi penambahan pelanggan hingga 200 pelanggan”, terang Zulkarnain.