Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pencemaran Sungai Perak, Pemkab Kubar Tunggu Hasil Laboratorium

Ikan-ikan mati di Sungai Perak, Kutai Barat diduga karena tercemar limbah perusahaan (Dok.IDN Times/Istimewa)
Ikan-ikan mati di Sungai Perak, Kutai Barat diduga karena tercemar limbah perusahaan (Dok.IDN Times/Istimewa)

Kutai Barat, IDN Times - Dugaan pencemaran limbah perusahaan tambang dan sawit di Sungai Perak (Piraq) Kampung Bermai, Kecamatan Damai sudah sampai ke telinga Wakil Bupati Kutai Barat (Kubar) Edyanto Arkan.  Hingga saat ini pemerintah masih menunggu hasil dari pemeriksaan laboratorium terkait dugaan pencemaran limbah tersebut.

“Sampel airnya sudah dibawa ke laboratorium, hasilnya belum jadi tunggu dua minggu, masih di laboratorium, tapi diduga ada polutan yang masuk ke dalam badan sungai itu,” katanya saat dihubungi IDN Times Rabu (27/11).

1. Menolak dugaan pencemaran sungai yang disebabkan oleh perusahaan

Ikan-ikan mati di Sungai Perak, Kutai Barat diduga karena tercemar limbah perusahaan (Dok.IDN Times/Istimewa)
Ikan-ikan mati di Sungai Perak, Kutai Barat diduga karena tercemar limbah perusahaan (Dok.IDN Times/Istimewa)

Walaupun demikian, Edy menolak dugaan pencemaran sungai yang disebabkan oleh perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan Kampung Bermai. Sebab kata dia, polutan itu harus diketahui parameternya lebih dahulu setelah itu bisa ditelusuri sumbernya.

“Tidak bisa kami menyebut perusahaan 'A' atau 'B' kami harus pakai data yang saat ini masih berada di laboratorium,” tegasnya.

Lain cerita bila hasilnya sudah keluar dari laboratorium dan terbukti sah ada pihak terlibat dalam pencemaran tersebut, Edy pun memastikan pemerintah memberikan sanksi bagi oknum-oknum yang bandel.

“Ya, ada ketentuan hukum, pertama memberi peringatan dan juga mendorong mereka untuk melakukan pemulihan. Kalau dianggap merugikan, ya, akan diminta (ganti rugi) sebagai bentuk kompensasi,” tegasnya lagi.

2. Kejadian dugaan pencemaran baru didengar oleh pemerintah

Ikan-ikan mati di Sungai Perak, Kutai Barat diduga karena tercemar limbah perusahaan (Dok.IDN Times/Istimewa)
Ikan-ikan mati di Sungai Perak, Kutai Barat diduga karena tercemar limbah perusahaan (Dok.IDN Times/Istimewa)

Walau tak turun ke lokasi pencemaran, Edy mengaku sudah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kubar untuk memeriksa kondisi sungai dan informasinya sudah dia ketahui. Itu sebabnya dia membantah bila kondisi (tercemar) Sungai Perak itu sudah berlangsung menahun.

“Kalau bertahun-tahun, sudah banyak yang mati. Kejadian ini baru kami dengar dan belum ada warga yang melapor, termasuk yang sakit akibat sungai yang diduga tercemar ini,” tuturnya.

3. Ada 3.000 warga yang terancam akibat dugaan pencemaran

Ikan-ikan mati di Sungai Perak, Kutai Barat diduga karena tercemar limbah perusahaan (Dok.IDN Times/Istimewa)
Ikan-ikan mati di Sungai Perak, Kutai Barat diduga karena tercemar limbah perusahaan (Dok.IDN Times/Istimewa)

Diwartakan sebelumnya, warga di Kampung Bermai Kecamatan Damai, Kubar sedang resah. Bagaimana tidak, Sungai Perak yang menjadi sumber kehidupan mereka diduga tercemar perusahaan tambang dan sawit yang beroperasi sekitar kampung.

Sangkaan itu diperkuat dengan ikan-ikan, udang serta bidawang (sejenis labi-labi/kura-kura punggung lunak) yang ditemukan mati mengambang empat hari.

Di kawasan itu ada 3.000 jiwa berdiam. Petaka itu mulai terjadi empat tahun lalu dan sebagian warga menggunakan air Sungai Perak untuk keperluan sehari-hari, karena tak semua warga menggunakan distribusi air bersih dari PDAM. Total ada tiga perusahaan, dua perusahaan batu bara sisanya perusahaan sawit. 

Share
Topics
Editorial Team
Yuda Almerio
EditorYuda Almerio
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Pontianak Menyelenggarakan Kompetisi Bersama Masyarakat Setempat

23 Jan 2026, 12:35 WIBNews