Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pendam VI/Mulawarman
Pendam VI/Mulawarman

Samarinda, IDN Times - Lebih dari tujuh dekade atau 74 tahun, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan saban tahun pada 5 Oktober entitas tersebut bertambah usia.

Sebelum sah memakai nama TNI, mulanya pasukan penjaga ini bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk pada 23 Agustus 1945, sebulan kemudian berganti nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Nama TNI resmi digunakan sejak 3 Juni 1947. 

1. Sebagian serdadu KNIL adalah penduduk Indonesia

geheugenvannederland.nl/Dienst voor Legercontacten

Sejarawan Kota Tepian, Muhammad Sarip berkisah mengenai kiprah TNI di Kalimantan Timur (Kaltim).

Kata dia, TNI baru terbentuk di Benua Etam pada akhir 1949. Artinya, lebih dari empat tahun sejak Proklamasi 1945, Kaltim tidak mempunyai barisan militer resmi dari pihak RI.

Militer yang ada di Samarinda pada masa Revolusi Kemerdekaan 1945–1949 adalah tentara Kerajaan Hindia Belanda, yang populer disebut KNIL. KNIL singkatan dari Koninklijk Nederlands Indisch Leger.

“Serdadunya sebagian besar dari penduduk Nusantara yang menerima gaji dari Belanda,” ujar Sarip pada Sabtu (5/10).

2. Tanpa TNI, Kaltim bergerak dengan dua jalur perjuangan

(Foto pasukan TNI) IDN Times/Mela Hapsari

Dia melanjutkan, pemerintah Indonesia yang semula membentuk Provinsi Kalimantan tidak kuasa membentuk TNI di Kaltim.

Belanda datang Ke Kaltim membonceng sekutu yang melucuti tentara Jepang. Belanda berhasil mendirikan pemerintahan sipil Hindia Belanda (NICA) di Kaltim dengan sokongan penguasa tradisional setempat.

Tidak ada tempat untuk tentara Republik di Kaltim. Meskipun begitu, masih ada kalangan masyarakat Kaltim terkhusus Samarinda yang konsisten mendukung perjuangan RI.

Mereka bergerak dalam dua jalur perjuangan yakni gerakan bersenjata dan gerakan diplomasi politik. Gerakan bersenjata terdiri dari Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia (BPRI) dan laskar gerilyawan lainnya.

“Adapun gerakan diplomasi politik dilakukan oleh Ikatan Nasional Indonesia (INI) Kaltim dan Front Nasional,” tuturnya.

3. Tanggal 5 Oktober 1949 kali pertama Kaltim peringati hari jadi TNI

Pendam VI/Mulawarman

Dia menerangkan, INI adalah partai politik lokal di Kaltim yang didirikan oleh masyarakat pro-RI di Balikpapan pada 5 Juni 1946.

INI membentuk cabang di daerah-daerah dalam Kaltim. Di Samarinda, Abdoel Moeis Hassan mendirikan INI Cabang Samarinda. Pada 1947 INI berkoalisi dengan 22 organisasi lainnya, membentuk Front Nasional yang tujuannya sama, yakni mendukung Proklamasi RI 1945 dan menentang pemerintahan Belanda.

“Nah, ada hal unik terjadi di Samarinda pada tahun keempat berdirinya TNI,” terangnya.

Meskipun TNI tak ada di Kaltim, bukan berarti warga Kota Tepian yang tergabung dalam pejuang pembela Republik Indonesia (Republiken) tak bisa memperingati hari jadi militer RI.

Pada 5 Oktober 1949 pertama kalinya Kaltim memperingati ulang tahun tentara. Kala itu, tajuk peringatan adalah Hari Angkatan Perang RI.

Lokasi peringatan dipusatkan di Gedung Nasional di Stamboel Straat (kini Jalan Panglima Batur) Samarinda, sebagai markas perjuangan INI dan Front Nasional.

Sebagaimana lazimnya kegiatan Front Nasional yang melibatkan massa, perayaan Hari Angkatan Perang diisi dengan orasi oleh Abdoel Moeis Hassan selaku ketua Front Nasional. Moeis bersama kaum Republiken menyuarakan perjuangan masyarakat Kaltim yang mendukung kemerdekaan RI.

“Hari itu, bendera dwiwarna merah putih tampak berkibar di seluruh Kota Samarinda,” pungkasnya.

Editorial Team