Dia menerangkan, INI adalah partai politik lokal di Kaltim yang didirikan oleh masyarakat pro-RI di Balikpapan pada 5 Juni 1946.
INI membentuk cabang di daerah-daerah dalam Kaltim. Di Samarinda, Abdoel Moeis Hassan mendirikan INI Cabang Samarinda. Pada 1947 INI berkoalisi dengan 22 organisasi lainnya, membentuk Front Nasional yang tujuannya sama, yakni mendukung Proklamasi RI 1945 dan menentang pemerintahan Belanda.
“Nah, ada hal unik terjadi di Samarinda pada tahun keempat berdirinya TNI,” terangnya.
Meskipun TNI tak ada di Kaltim, bukan berarti warga Kota Tepian yang tergabung dalam pejuang pembela Republik Indonesia (Republiken) tak bisa memperingati hari jadi militer RI.
Pada 5 Oktober 1949 pertama kalinya Kaltim memperingati ulang tahun tentara. Kala itu, tajuk peringatan adalah Hari Angkatan Perang RI.
Lokasi peringatan dipusatkan di Gedung Nasional di Stamboel Straat (kini Jalan Panglima Batur) Samarinda, sebagai markas perjuangan INI dan Front Nasional.
Sebagaimana lazimnya kegiatan Front Nasional yang melibatkan massa, perayaan Hari Angkatan Perang diisi dengan orasi oleh Abdoel Moeis Hassan selaku ketua Front Nasional. Moeis bersama kaum Republiken menyuarakan perjuangan masyarakat Kaltim yang mendukung kemerdekaan RI.
“Hari itu, bendera dwiwarna merah putih tampak berkibar di seluruh Kota Samarinda,” pungkasnya.