Waduk Manggar di Balikpapan (IDN Times/Maulana)
Kondisi Kota Balikpapan yang berbukit-bukit dan tidak dialiri sungai besar seperti wilayah lainnya di Kalimantan Timur menyebabkan Kota Balikpapan rawan terjadi krisis air baku.
Sumber air baku Kota Balikpapan masih terfokus pada ketersediaan air di Waduk Manggar yang mengandalkan tadah hujan. Sebanyak 80 persen pasokan air bersih yang diolah untuk mencukupi kebutuhan masyarakat berasal dari waduk ini. Volume air yang ada di Waduk Manggar hanya mampu bertahan paling lama 6 bulan untuk menyediakan kebutuhan air ketika terjadi musim kekeringan.
Masalah krisis air selalu mengemuka setiap tahun ketika terjadi musim kekeringan. Level air di Waduk Manggar terus menurun seiring dengan terus meningkatnya kebutuhan air bersih masyarakat.
Menyikapi hal tersebut, Rizal menjelaskan pihaknya telah beberapa kali membuat kajian untuk mencari solusi dalam memenuhi ketersediaan air baku bagi masyarakat Kota Balikpapan. Salah satunya, dengan memanfaatkan sumber air baku dari Sungai Telake di Kabupaten Penajam Paser Utara. Namun gagal, karena sungai yang direncanakan akan dipakai untuk suplai air ke ibu kota negara yang baru.
Rizal mengungkap pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar membantu dalam menyelesaikan masalah krisis air baku di Kota Balikpapan, salah satunya dalam program pembangunan SPAMS yang akan memanfaatkan sumber air baku dari Sungai Mahakam.
"Kita mendorong agar provinsi ikut campur dalam penanganan, untuk solusi memenuhi kebutuhan air baku di Kota Balikpapan," ungkapnya.