Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Keluarga Yusuf Siapkan Tuntutan, PAUD Dinilai Lalai Mengawasi

Jenazah balita tanpa kepala saat diidentifikasi di ruang jenazah RSUD AW Sjahranie Samarinda (IDN Times/Yuda Almerio)
Jenazah balita tanpa kepala saat diidentifikasi di ruang jenazah RSUD AW Sjahranie Samarinda (IDN Times/Yuda Almerio)

Samarinda, IDN Times -Jenazah balita tanpa kepala yang ditemukan pada Ahad (8/12) pagi di eks anak Sungai Karang Asam masih mengundang tanya. Polisi pun masih menyelidiki kasus tersebut.

Namun demikian, pihak keluarga kukuh mengklaim bila bocah malang tersebut adalah Ahmad  Yusuf Ghazali (4). Anak dari Melisari (30) dan Bambang Sulistyo (40) yang menghilang dari PAUD di Jalan AW Sjahranie pada 21 November 2019.

1. Dasar dugaan dari paman balita yang ditemukan tanpa kepala

Lukman paman dari Yusuf menyebut keponakannya korban kejahatan (IDN Times/Yuda Almerio)
Lukman paman dari Yusuf menyebut keponakannya korban kejahatan (IDN Times/Yuda Almerio)

Meski demikian, pihak keluarga tak langsung percaya jika tubuh anak yang terbawa banjir itu merupakan korban banjir. Pernyataan itu tegas dikatakan Lukman (40), kakak dari Bambang Sulistyo ayah, Ahmad Yusuf Ghazali. Dia menduga jika keponakannya itu merupakan korban tindak kriminalitas.

"Jasad itu gak ada kepalanya, bagaimana mungkin karena banjir. Kami yakin anak kami (Yusuf) jadi korban kriminalitas," ucapnya pada Ahad (8/12).

Dia pun menjelaskan dasar dugaannya itu. Berdasarkan perhitungan dari PAUD yang juga tempat penitipan anak (day care) di Jalan AW Sjahranie hingga lokasi penemuan yakni Jalan Antasari II maka jaraknya sekitar 3 kilometer lebih. Bila terseret banjir tak mungkin kepala dan organ tubuh ikut menghilang.

Tak hanya jarak, kondisi aliran eks anak sungai juga dangkal. Itulah yang membuat dirinya yakin bila keponakan kesayangannya itu diculik seseorang, kemudian dibunuh dan jasad mungilnya di buang ke sungai tersebut. 

"Kami yakin itu (keponakan korban kejahatan), karena kondisinya tak lagi utuh," imbuhnya.

2. Yusuf takut air dan pasir

Jenazah bocah malang yang diduga Yusuf saat berada di ruang jenazah (IDN Times/Yuda Almerio)
Jenazah bocah malang yang diduga Yusuf saat berada di ruang jenazah (IDN Times/Yuda Almerio)

Selain itu, Lukman juga menuturkan, Yusuf adalah bocah yang takut dengan air dan pasir apalagi tak pakai sepatu atau sandal.

Dengan demikian, sukar dipercaya jika Yusuf keluar dari PAUD tanpa pengawasan tenaga pendidik.

"Makanya, gak mungkin dia (Yusuf) bermain sendiri di luar. Kami kenal dia dengan baik," katanya.

Lukman pun menegaskan jika jenazah tersebut merupakan keponakannya, Ahmad Yusuf Ghazali, walau tak bisa dikenali sebab kepalanya tak ada bukan berarti penanda lain tak ada.

"Memang jenazahnya tak bisa dikenali lagi, tapi pakaian itu 100 persen milik keponakan kami," tuturnya.

3. Pihak keluarga akan menuntut PAUD karena lalai mengawasi

Baju yang dipakai oleh jasad yang diduga Yusuf (IDN Times/Yuda Almerio)
Baju yang dipakai oleh jasad yang diduga Yusuf (IDN Times/Yuda Almerio)

Dia menambahkan, akibat kejadian ini pihaknya akan melayangkan surat tuntutan hukum kepada Yayasan PAUD. Langkah itu diambil mengingat Yusuf menghilang sekitar pukul 15.00 Wita pada 21 November 2019. 

"Itu (waktu menghilang) masih dalam pengawasan, makanya kami menuntut kelalaian," tutupnya.

Share
Topics
Editorial Team
Yuda Almerio
EditorYuda Almerio
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Artikel kaltim

04 Nov 2025, 15:43 WIBNews