IDN Times/Teatrika Handiko Putri
Terpisah, pengamat komunikasi politik, Unmul, Nurliah menyebut bila sikap yang diambil oleh presiden Jokowi itu memang terkesan disengaja. Sebab, tak mungkin seorang menteri memberikan pernyataan resmi yang seharusnya menjadi tugas seorang pemimpin negara. "Saya rasa pemerintah hanya ingin tahu saja respons dari masyarakat," katanya.
Kata dia, Jokowi memang dikenal sebagai kepala negara yang kerap membuat media kebanjiran berita. Sederhananya, dia menduga aksi menteri ATR itu sudah diatur sedemikian rupa sehingga bisa memancing kontroversi. "Adalah wajar jika seorang politikus bikin heboh," sebutnya.
Mantan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Kaltim itu menambahkan, Kaltim boleh jadi terpilih karena melihat sejumlah kejadian walaupun boleh jadi tak berkaitan.
"Ya, ditunggu saja. Kita selalu berharap Kaltim dapat yang terbaik," pungkasnya.