Jelang Lebaran, Ribuan Penumpang Memadati Pelabuhan Kariangau

Balikpapan, IDN Times - Menjelang Idulfitri 1440 H, Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan Barat diserbu pemudik yang hendak menuju Mamuju dan Palu.
Jalur laut menggunakan kapal feri ini menjadi alternatif para pemudik lantaran bisa membawa kendaraan baik roda dua maupun roda empat menuju ke kampung halaman. Selain itu, harga tiket kapal lebih murah dibandingkan moda transportasi lain.
1. Kapal Ferry menjadi pilihan pemudik

Pada musim mudik Idulfitri 1440 H/2019 ini jalur laut menjadi pilihan favorit di tengah harga tiket pesawat yang melambung.
Menurut Andri (32) warga Klandasan, Balikpapan ini lebih memilih mudik menggunakan kapal feri dari Balikpapan menuju Mamuju Sulawesi Barat. Dirinya lebih memilih kapal Ferry lantaran membawa kendaraan motor miliknya.
" Sudah tiga tahun ini mudik menggunakan kapal feri, memang agak lama, tapi murah bisa bawa motor," jelasnya.
Andri menambahkan, sejauh ini pelayanan kapak feri bagus, kelengkapan keselamatan juga lengkap, jadi berlayar Andri merasa lebih aman.
2. Penumpang meningkat 50 persen

Peningkatan penumpang di Pelabuhan Feri Kariangau pada libur lebaran tahun 2019 mengalami peningkatan sangat signifikan, dari hari biasanya. Peningkatan khusus penumpang orang ini mencapai 50 persen.
Koordinator Harian Pos Terpadu Lebaran 2019 di Pelabuhan Feri Kariangau, Bayu Aprilia menjelaskan, kondisi Pelabuhan Feri Kariangau padat oleh penumpang dengan tujuan Sulawesi, yakni Mamuju dan Palu.
"Kalau penumpang tujuan Mamuju tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu, peningkatannya hingga 50 persen, kalau tahun lalu bisa dikatakan normal," jelas Bayu.
Dengan adanya lonjakan penumpang ini pihak PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Balikpapan akan kembali menambah satu armada kapal sehingga bisa menampung lebih banyak penumpang yang akan mudik.
"Satu kali berangkat untuk penumpang orang dibatasi sebanyak 500 orang, itu sesuai dengan pelampung yang ada di kapal Ferry," ungkapnya.
3. Faktor keselamatan sudah disiapkan

Faktor keselamatan juga tetap diperhatikan. Peralatan untuk keselamatan yang ada di kapal feri sesuai dengan standar kapal pada umumnya, dari sekoci, APAR (Alat Pemadam Api Ringan), termasuk life jacket yang sesuai dengan kapasitas jumlah penumpang.
"Memang di kapal sudah safety semua, termasuk petugas kapal sudah memahami cara penggunaan alat yang ada jika terjadi sesuatu hal di atas kapal," tutur Bayu.
Lonjakan penumpang yang terjadi ini ada beberapa faktor, termasuk calon penumpang yang tidak mendapatkan tiket di pelabuhan Semayang, hingga harga tiket pesawat yang mahal.
Menurut Bayu, "Banyak penumpang yang tidak mendapatkan tiket Pelni larinya ke Kariangau, selain itu juga harga tiket pesawat juga mempengaruhi lonjakan penumpang yang ada."
Bayu juga menjelaskan, untuk harga tiket kapal tidak ada kenaikan dan penurunan meskipun penumpang melonjak tahun ini.

















