Hardiknas Balikpapan, Launching 37 Buku Karya Guru dan SKJ "Jadoel"

Balikpapan, IDN Times - Hari Pendidikan Nasional di Balikpapan diperingati dengan upacara bendera di Lapangan Merdeka, hari ini Kamis (2/5). Walikota Balikpapan Rizal Effendi menjadi inspektur pada upacara ini.
Menurut Rizal Pemilu 2019 lalu juga adalah bagian dari pendidikan, "Dilihat dari sudut pandang pendidikan di dalam Pemilihan Umum terjadi proses pembelajaran bagi setiap warga negara. Proses belajar pada hakikatnya adalah momentum terjadinya perubahan tingkah laku menuju kedewasaan. Dalam hal ini semakin dewasa kita dalam berdemokrasi. Terbentuknya warga negara yang demokratis adalah salah satu tujuan pendidikan nasional kita, sesuai dengan UU no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan," jelasnya.
Rizal juga menegaskan bahwa pendidikan juga menjadi aspek prioritas dalam pembangunan yang dilaksanakan di kota Balikpapan, yaitu dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Walikota juga menekankan pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu pada pendidikan karakter dan mempersiapkan tenaga yang siap kerja.
Ia juga mengharapkan, "Semaju apapun pendidikan masih banyak hal yang harus kita benahi. Secara umum pendidikan di Balikpapan sangat baik dari beberapa indikator. Kualitas guru juga (diharapkan) bisa lebih baik, penyelenggaraan pendidikan juga lebih lancar tapi tetap pasti ada hal yang belum sempurna seperti daya tampung (yang terbatas)," ujar Rizal.
1. Pemberian penghargaan kepada insan pendidikan dan perusahaan yang memberikan dana CSR untuk pendidikan

Upacara Hari Pendidikan Nasional 2019 di Balikpapan ini berjalan lancar meskipun sempat diwarnai gerimis. Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Muhaimin mengatakan, " Tema Hari Pendidikan Nasional "Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan". Upacara ini diikuti oleh kurang lebih 4500 orang, mulai dari undangan, peserta, dan pengisi acara. Hari ini juga diberikan penghargaan kepada 59 insan pendidikan mulai dari guru, kepala sekolah, pengawas, dan siswa berprestasi. dan juga diberikan penghargaan kepada 22 CSR yang selama ini membantu kegiatan di bidang pendidikan," jelasnya. Para pendidik, siswa berprestasi, dan perusahaan-perusahaan yang memberikan dana CSR menerima piagam dari Wali kota saat upacara.
2. Launching program "Sabu-Sabu" Satu Guru Satu Buku

Pada upacara Hari Pendidikan Nasional ini juga dilakukan launching program "Sabu-Sabu" atau Satu Guru Satu Buku. Muhaimin menjelaskan, "Program literasi mengedukasi guru-guru untuk menulis dan membuat buku. ini tahun kedua, dan ada 37 buku yang di-launching,"katanya. Salah satu dari buku yang diluncurkan pada acara upacara ini adalah karya Muhaimin. Diharapkan semakin banyak guru yang aktif dalam menulis dan membuat buku.
3. Penampilan 1200 anak senam SKJ Jadoel

Menariknya selepas upacara ini juga dilakukan senam SKJ Jadoel massal diikuti oleh 1200 pelajar. Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) tahun 1984 ini sudah dimodifikasi.
Selain SKJ Jadoel, ada pula marching band gabungan dari SMP 1, SMP 12, SMP Patra Darma 2, dan SMP Kartika Balikpapan.
4. Para guru merasa diapresiasi dan senang mendapatkan pernghargaan

Kusniwati, Juara III Lomba Pengelola KB/ TPA/ SPS mengatakan ini bukan pertama kalinya ia menerima penghargaan untuk tingkat PAUD, bahkan ia pernah berprestasi sampai ke tingkat provinsi. Begitu juga dengan Ida Hariayanie yang meraih Juara I dan Siti Rohmah yang meraih Juara II pada kategori yang sama, merasa senang dengan penghargaan berbentuk piagam yang diberikan oleh Wali Kota. Hal yang sama juga dirasakan pemenang dari kategori guru, Ajeng Galih Kusuma Dewi peraih juara I Lomba Pendidik KB/TPA/ SPS yang bahagia mendapatkan penghargaan ini untuk pertama kalinya. Penghargaan ini semoga bisa memotivasi insan pendidikan untuk berkarya semakin baik mendidik anak-anak bangsa.

















