Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Fakta Baru Terkait Bandar Narkoba Kutim yang Tertembak di Kepala

Mobil bandar sabu dari Kutim yang dikendarai saat sebelum tertembak di kepala pada 21 September 2019 (IDN Times/Yuda Almerio)
Mobil bandar sabu dari Kutim yang dikendarai saat sebelum tertembak di kepala pada 21 September 2019 (IDN Times/Yuda Almerio)

Samarinda, IDN Times- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kaltim terus melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus narkoba yang melibatkan terduga bandar asal Kutai Timur, Irwan (35).

Sepeninggal, Irwan setelah mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (21/9) pekan lalu karena tertembak di kepala, petugas rupanya mendapatkan fakta baru. Irwan adalah "pemain lama". Artinya, ini bukan kali pertama dia berurusan dengan dunia hitam narkoba.

"Irwan itu adalah 'pemain' dari Palu, Sulawesi Tengah," kata Humas BNN Kaltim, Haryoto (24/9).

1. Ike sebenarnya tahu kalau suaminya, Irwan terlibat dunia hitam narkoba

caption
caption

Kata Haryoto, Ike dan Irwan datang ke Benua Etam setahun lalu. Dan mereka sempat singgah ke Samarinda sebelum Sangatta, Kutai Timur. Itu artinya, tak benar bila Ike belum pernah jalan-jalan ke Kota Tepian.

Tak hanya itu, dari pengakuan Ike, Irwan sudah berkali-kali diperingatkan olehnya agar berhenti bermain dengan narkoba. Namun permintaan itu tak dituruti.

"Dengan kata lain, istrinya tahu jika Irwan sudah lama berada di dunia narkoba," imbuhnya.

2. Sempat memulai hidup baru sebagai pedagang, Irwan kembali terjerumus

IDN Times/Yuda  Almerio
IDN Times/Yuda Almerio

Dia menambahkan, di Sangatta Irwan memang bekerja sebagai pedagang ikan juga kelapa di Pasar Teluk Lingga. Namun belum lama ia menekuni pekerjaan barunya itu, W akhirnya bertemu dengan Irwan. Dia kemudian diajak untuk memulai bisnis kristal terlarang tersebut.

"Hingga saat ini kasus masih dalam penyelidikan," sebutnya.

3. Tarik-menarik berujung kematian

IDN Times/Yuda Almerio
IDN Times/Yuda Almerio

Sebagai informasi, Irwan dan petugas BNN Kaltim Bripka Effendy kejar-kejaran bak film laga pada Jumat (20/9). Saat itu Irwan yang mengemudikan Daihatsu Ayla bernopol KT 1971 RJ bewarna merah sementara petugas menggunakan motor.

Di dalam mobil tak hanya ada Irwan, tapi juga ada tiga orang lainnya yakni Ike Siringe, istri Irwan dan Mike Riski dan satu lagi pria berinisial W. Sebelum dicegat petugas, Irwan lebih dulu mengambil narkoba di semak-semak dekat Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda di Jalan Juanda.

Dari situ petugas kemudian mengikuti Irwan. Sadar diikuti, tersangka kemudian meminta W membuang barang bukti narkoba dalam plastik hitam di itu sekitar Pos Pengamanan flyover sebelah kiri, kemudian tersangka tancap gas ke Jalan Letjend Suprapto.

Dari situ aksi kejar-kejaran dimulai hingga ke Jalan M. Yamin hingga ke Jalan Wahid Hasyim (Sempaja). Saat itulah petugas mendekati tersangka kemudian mengarahkan senjata ke paha pelaku lewat jendela mobil. Sebelumya tersangka sudah diberikan tembakan peringatan. Irwan mencoba menarik senjata petugas BNN sambil mengemudikan mobil. Bripka Efendy pun sempat terseret dan nyaris terlindas.

"Terjadi tarik-menarik senjata. Tembakan kemudian dilepas tapi meleset lalu mengenai kepala bagian belakang tersangka," pungkas Haryoto. 

Share
Topics
Editorial Team
Yuda Almerio
EditorYuda Almerio
Follow Us