Samarinda, IDN Times - Kualitas udara di Samarinda sangat tidak sehat. Hasil itu diperoleh setelah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Timur melakukan pengukuran Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) selama 24 jam, lalu diperoleh skor 234,2 mikrogram.
Nilai tersebut sangat jauh berbeda dari perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Samarinda tiga hari lalu yang menyatakan tingkat pencemaran udara di Samarinda masuk kategori sedang, yakni antara 50-150 mikrogram.
"Itu artinya, kadar udara sangat tidak sehat. Angka tersebut sangat tinggi. Satu tingkat lagi udara Samarinda berbahaya," kata Wiwit Guritno, Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran Lingkungan DLH Kaltim, saat diwawancarai di kantornya, Rabu (18/9).
