Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Demi Meningkatkan Kualitas Guru, Digitalisasi Sasar Pendidikan Kaltim

Ilustrasi hari guru (teleanjar.co.id)
Ilustrasi hari guru (teleanjar.co.id)

Samarinda, IDN Times - Digitalisasi menyasar semua bidang, tak terkecuali pendidikan. Senin (25/11) negeri ini memperingati Hari Guru. Kado terbaik yang diberikan kepada pahlawan tanpa tanda jasa ini selain kesejahteraan adalah peningkatan kualitas mengajar. Itu sebabnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kaltim meluncurkan program yang erat kaitannya dengan digitalisasi.

1. Digitalisasi pendidikan di Kaltim menyasar kawasan pelosok

Kadisdikbud Kaltim Anwar Sanusi saat diwawancarai awak media pada 25 November 2019 (IDN Times/Yuda Almerio)
Kadisdikbud Kaltim Anwar Sanusi saat diwawancarai awak media pada 25 November 2019 (IDN Times/Yuda Almerio)

Kepala Dinas (Kadisdikbud) Kaltim Anwar Sanusi mengatakan, Program Peluncuran Digitalisisi Pendidikan ini punya tujuan membangun kualitas ditingkatkan belajar mengajar berbasis teknologi.

Agenda tersebut diharapkan bisa meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terutama guru di Kaltim agar bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. 

"Guru punya peran vital untuk menentukan kualitas penerus bangsa. Karena itu kapasitasnya terus ditingkatkan," katanya usai peluncuran program di Convention Hall, GOR Sempaja, Jalan K.H Wahid Hasyim, Kecamatan Sempaja, pada Senin (25/11).

Dia menerangkan, masterplan digitalisasi pendidikan punya tiga fondasi utama. Pertama, ialah menyediakan jaringan fiber optic dan bandwidth untuk akses internet. Kedua, membagikan sarana pendukung seperti laptop dan komputer. Ketiga, ialah meluncurkan aplikasi untuk praktik pembelajaran jarak jauh (long distance learning).

"Kami harap guru-guru bisa beradaptasi dengan baik dan mampu membuat suasana proses belajar-mengajar lebih menarik dengan kurikulum digital," tuturnya.

Sasaran dari proyek ini ialah sekolah yang jauh dari akses internet, padahal saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) begitu diperlukan, itu sebabnya pemerintah memberikan sejumlah komputer dan laptop untuk SMAN 1 Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), SMKN 3 Sendawar, Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Terakhir, SMAN 5 Kabupaten Berau dan SMAN 16 Samarinda. 

"Kami harap daerah lain bisa mengikuti," terangnya.

2. Digitalisasi membantu para guru berinovasi

Adolfina Salenda, guru di SMA Widya Praja Samarinda (IDN Times/Yuda Almerio)
Adolfina Salenda, guru di SMA Widya Praja Samarinda (IDN Times/Yuda Almerio)

Terpisah, Adolfina Salenda, salah satu guru di SMA Widya Praja Samarinda mengaku program tersebut sangat membantu para guru dalam beradaptasi dengan digitalisasi.

Dengan adanya teknologi ini siswa dan tenaga pendidik mudah mengakses materi pembelajaran teranyar.

"Kesulitan selama ini ialah akses materi," akunya.

Dia menyatakan, mereka yang berada di kawasan terpencil tentu sangat terbantu dengan adanya digitalisasi. Dengan demikian, semua pelajaran benar-benar bisa dirasakan tak hanya di kota tapi juga di pelosok.

"Guru memang harus berinovasi," sebutnya.

3. Program digitalisasi rampung pada 2024 mendatang

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi (IDN Times/Yuda Almerio)
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi (IDN Times/Yuda Almerio)

Rupanya tak hanya laptop dan komputer yang dibagikan oleh pemerintah, tapi juga gawai dengan sistem operasi Android kepada para siswa. Program tersebut secara bertahap akan diberlakukan di seluruh kabupaten/kota di Kaltim.

"Insya Allah akan rampung 100 persen pada 2024 mendatang," tambah Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi yang saat itu membuka acara.

Meski demikian, saat ini Pemprov Kaltim masih menunggu kepastian regulasi dari kementerian terkait pengembangan pendidikan digitalisasi ini.

Para guru juga harus mampu beradaptasi dengan digitalisasi. Besar harapan Hadi, digitalisasi ini menyasar semua bidang. 
"Saat ini masih fokus dengan tingkat SMA saja," pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Yuda Almerio
EditorYuda Almerio
Follow Us