Ruangan kelas SD Filial 004 yang berada di pinggiran Samarinda di tengah hutan (IDN Time/Samarinda)
Mengenai persoalan lahan sekolah dihimpit tambang batu bara, kata Asli, pihaknya ingin sekali menegur tapi lahan tersebut milik daerah lain.
Besar harapan Asli agar Kukar menegur dan menertibkan tambang-tambang yang ada di dekat sekolah tersebut.
Sementara untuk persoalan gaji, Dinas Pendidikan Samarinda sudah rapat dengar pendapat (hearing) dengan Komisi IV DPRD Samarinda. Salah satu poin yang dibahas saat itu adalah upah guru honorer jauh dari UMP.
"Masak bertahun-tahun mereka (guru honorer) hanya terima Rp700 ribu saja per bulan. Kami sudah carikan formulanya," kata Asli.
Dia menambahkan, usulan upah tersebut juga bakal disampaikan dengan wali kota. Selain gaji para guru juga akan mendapatkan insentif tambahan sebesar Rp800 ribu. Meskipun tak mendekati UMP, tapi setidaknya mereka mendapat tambahan.
Termasuk surat keputusan yang tak lagi menggunakan tanda tangan kepala sekolah tempat guru mengajar, tapi bisa dari wali kota atau Dinas Pendidikan Samarinda.
"Kami harap ini bisa diberlakukan segera. Ini juga menjadi keinginan kami," pungkasnya.