Balikpapan, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo telah menetapkan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara sebagai lokasi ibu kota negara yang baru.
Kalangan akademisi mengimbau agar pemerintah daerah (Pemda) di Kaltim, baik Pemkot, Pemkab hingga Pemprov Kaltim, bisa bergerak cepat untuk meningkatkan mutu kualitas sumber daya manusia (SDM) di provinsi ini. Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat di Bumi Etam bisa menjadi raja di tanah sendiri, tak hanya sekedar menjadi penonton saja.
Rektor Universitas Balikpapan (Uniba) sekaligus pengamat pendidikan, Piatur Pangaribuan mengatakan, dengan dipilihnya sebagian daerah di Kaltim menjadi ibu kota negara, merupakan angin segar untuk provinsi ini lebih berkembang. Sebab, baik perekonomian maupun infrastuktur di Kaltim dan sekitarnya, jelas bakal ikut meningkat.
“Ini sudah tepat. DKI (Daerah Khusus Ibu Kota) di sini sangat bagus. Karena dengan pemindahan ibu kota di sini infrastruktur pasti akan otomatis meningkat, karena pembangunan ibu kota itu ada standarnya. Dengan begitu investasi akan lari ke Kaltim,” katanya kepada IDN Times di ruang kerjanya, Uniba, Rabu (28/8) siang.
